Pos

Tubuh Kurus

tubuh kaku
di sekelilingmu berderai air mata
dari riuh wajah yang dekat
atau hanya tahu kau keluarga siapa

tubuh kurus, lusuh, tak terurus
menangkap segala sesal dan kecewa
pada subuh yang sendiri

untunglah di sini ada keluarga
yang bisa percaya
tentang kebaikan pada sesama

semua dapat diurus
oleh kerahiman Tuhan di surga sana

kau pulang dan meninggalkan
namun yang terpenting
kau telah tenang

jalan-jalan terjal yang kauhidupi
telah berakhir

kami siang itu mengantarmu
pulang ke pembaringan akhir
di mana tak ada lagi
duka dan air mata
tak ada lagi kesakitan pada tubuh kurusmu
tak ada lagi kecemasan akan masa depan
tak ada lagi obat-obat yang terpaksa kau telan

Doa dan Harapan

hujan mengiring gigil lagi
saat semuanya tertidur
dan bermimpi tentang uang

tuhan baru ini
tak mampu menggeser Tuhan
meski tampak begitu

laki-laki bernoda
memikirkan tentang perubahan
sebuah desa

seakan ada gelak tawa
nada mengejek
dan perkataan tak mungkin

namun doa-doa adalah penumbuh
harapan. seolah tak ada mimpi
yang benar-benar 'kan mati

doa dan harapan
menjadi pembaharu
di tengah dunia logika

semua yang mustahil
adalah kemungkinan dalam doa-doa
di kamar hening

semua menjadi mungkin
dengan harapan yang selalu
membunuh keputusasaan


Aku Minta Tambah

tubuh gempal bermandi keringat
kau datang dari rumah
mengadopsi waktu menjadi anak perumahan
dengan tawa imutmu

pembukaan dari setiap hari adalah makan
dan kau tak pernah mengenal apa itu sarapan
semuanya makan bagimu
tubuhmu sudah membuktikan

kali ini, siang hampir memuncak
dan kau menyampirkan makanan tadi
ke entah
"Aku minta tambah", ujarmu dengan
santainya

langit-langit rumah ikut tergoncang
ada yang tertawa tulus
dan ada yang tersenyum miris

mengingat hidup bukan dari roti saja
kami melihatmu berlebihan
namun, kau adalah kemurnian

kami tahu itu bukan pembuktian
itu sungguh kelaparan
hanya saja, kami tak pernah menyangka

Puteri Dibon dan Puteri Yerusalem

Puteri Dibon naik ke bukit-bukit
pengorbanan untuk menangis
dan puteri-puteri Yerusalem meratap
meminta anak-anak mereka dikembalikan
ke pelukan

Puteri Dibon dihukum Allah
dan puteri Yerusalem terhukum
akibat durhaka

kita adalah puteri Dibon yang
tak mengenal Allah
dan juga puteri Yerusalem yang
mengenal Allah, namun tetap berdosa
dan melawan-Nya

pada akhirnya Paskah sudah berangsur-angsur
mendekat
dan kejatuhan harus sampai pada penghabisan
karena bagaimanapun juga
kita harus ikut bangkit ketika sadar akan
keberdosaan kita

Semuanya Adalah Bagian Kehidupan

langit yang berbeda
tapi kelihatan tetap sama
begitu pun hari yang baru
namun sama seperti hari-hari sebelumnya

meski begitu
Tuhan tak pernah berdiam
rahmat selalu baru
dan cinta jadi menggebu-gebu

 aku pun meninggalkan masa lalu
yang selama ini berampas di kalbu
menahan semangat yang bertalu-talu
yang pernah mencegahku untuk maju

dan seperti itu
Roh Tuhan adalah pembaharu
sehingga tak ada yang perlu dicemaskan
tentang jurang terjal
yang terbentang di depan
dalam jalan kehidupan

semuanya adalah bagian
dari kehidupan itu sendiri
tak ada yang salah
kecuali cara kita yang menyikapinya

Jatuh

"apa yang telah kulakukan?"
tiap pertanyaan ketika sesal datang
dan kau mengutuk diri sendiri
atau mulai membenci para pencela

kau lupa untuk mencintai jatuh
karena jatuh adalah aliran hidup
yang membawamu sampai kepada muara
keluasan dunia

tapi sejak kecil kau diajari
jatuh patut dihakimi
barang haram yang harus dijauhi
tanpa menoleh untuk coba dinikmati

sedikit saja coba cicipi
jatuh seharusnya diresapi
karena kita pun bukan malaikat
yang bisa selalu menghindar darinya

barangkali ketika kau sudah cukup menangis
ingatlah akan yang satu ini
masa depan sungguh ada
dan harapan tak akan hilang
dalam Tuhan


Pada Yesusku

pada Yesusku luka menganga
diiris cambuk durhaka
dari anak-anak yang tak tahu apa-apa

pada Yesusku duka nestapa
tangis mereka yang dianiaya
padahal tidak berbuat dosa

pada Yesusku darah dan air
sembuhkan luka karena dosa
bilur karena gila kuasa

pada Yesusku paku dan mahkota duri
juga salib suci jadi saksi
tentang kebenaran dan cinta sejati

pada Yesusku aku melihat
aku bukan siapa-siapa
dan memang pantas dihina

pada Yesusku orang-orang papa
yang senantiasa menderita
akan mengalahkan dunia dan menikmati surga