Tulahkah?

benarlah katamu
aku kuliah di kamar ini
memikirkan perihal diri sendiri
mengelus-elus kenyamanan
tanpa berpikir tentang masa depan

berkutat dengan angan
mengejar-ngejar pujian
dan duduk diam tanpa tindakan

kurenungi segala kebobrokan
dan prestasi dan sanjungan
telah mentah menjadi hinaan

jiwaku penuh borok
oleh lemparan dukaku
meringis kesakitan karena ulah sendiri
menangis minta kasihan pada sial yang diamini

tulahkah?
sialkah?

dan aku masih berkutat dengan wajahmu
sambil diam-diam mau mati
sebelum segalanya jadi semakin berdosa

Komentar

Pos populer dari blog ini

Rahasia Para Pelacur yang Lari dari Razia